BELAJAR TENTANG PENTINGNYA RISET DALAM MENULIS (PROGRAM PENDAMPINGAN THE WRITERS SHOW 2021-FLP SIDOARJO)
QnA
Q: Saya mau bertanya waktu riset itu sebelum menulis atau pas menyelesaikan naskah sambil berjalan?
A: Kembali lagi ke penulis, ya. Mau riset sebelum mulai menulis atau sesudah mulai menulis (sambil menulis) Kalau saya sendiri biasanya riset sebelum mulai menulis, setelah menentukan tema, tokoh, dan latar cerita, sebagai bekal untuk memulai. Baru setelah cerita mulai berjalan, biasanya ada informasi² yang masih diragukan kebenarannya. Nah di sana bisa riset lagi. Intinya kalau ada informasi yang sekiranya masih diragukan di sana bisa dilakukan riset ulang atau beberapa penulis sebut sebagai riset pendalaman, setelah riset awal.
Q: 1. Pernah mengalami terlalu asyik riset, jadinya malas tulis naskah? Kalau nggak pernah, mungkin ada saran untuk mengatasi ini.
2. Pernah mengalami stuck saat riset? Terutama kalau topik yg diangkat masih baru & belum banyak info yg tersebar di internet, buku, dst. Kalau nggak pernah, mungkin ada saran untuk mengatasi ini.
3. Biasanya kalau riset, via apa aja? Apa ada rekom utk buku/platform/website, etc, yg valid bangeeet datanya?
A: 1. Terlalu asyik riset sampai malas tulis naskah?
Pernah. Waktu itu saya wawancara salah seorang produser Tv, yang mana saya sangat terinspirasi dengan beliau. Sayangnya, karena terlalu asyik wawancara, dan mendalami karakter beliau, cerita yang saya tulis stuck di bab 4.
Saya tidak yakin untuk memberikan saran, karena saya sendiri pernah begitu. Tapi dari sini kita bisa jadikan pelajaran, bahwa riset harus dilakukan sewajarnya saja, sebutuhnya saja. Karena itu pentingnya batasan dalam melakukan riset, agar tidak terlalu asyik, larut, dan akhirnya tidak lanjut menulis
2. Kalau karena topik masih baru, Alhamdulillah, belum pernah. Tapi kalau merasa topik terlalu berat, pernah.
Kalau topik masih baru, seharusnya merasa tertantang ya, karena bisa menghasilkan cerita yang beda daripada yang lain.
3. Bagi saya yang lebih baik, dan saya rekomendasikan adalah riset kepada orang yang berpengalaman pada bidang yang kita butuhkan, atau orang yang memiliki profesi serupa dengan tokoh yang ada dalam cerita kita. Selain lebih asyik, juga informasinya lebih valid. Seperti pengalaman saya di nomor.
Selain itu saya juga lebih rekomendasikan riset dengan menonton video² relevan di YouTube, biasanya lebih valid dan mudah dipahami.
Q: untuk bisa "ngobrol" sama orang yg berpengalaman, apa ada tips juga gimana utk "melobinya"? & feedback sperti apa yg diberikan kpada orang tsb krna bersedia berbagi? *bisa buat contekan nodong orang, haha
A: bisa basa-basi dulu, kan, nggak langsung nodong pertanyaan ini, itu.
InsyaAllah kalau sopan, pasti dapat feedback.
Biasanya dari media sosialnya kalau aktif berbagi informasi atau malah sebaliknya, kita bisa tahu orang itu ramah atau tidak, pelit informasi atau tidak.
Saya juga tertarik untuk wawancarai orang yang saya maksud tersebut, karena di Instagramnya beliau sangat aktif berbagi pengalaman
Q: Kira2 ngomongnya gimana pas awal Kak? Saya orangnya suka sungkan nih kalau belum kenal terus nge-DM mendadak. Kayak sok kenal gitu takutnya
A: Saya sering komen di postingan IG-nya, kemudian sering bales story-nya, ikut voting kalau diadakan dll. Baru setelah itu lanjut di DM tanpa rencana😁 pelan² akhirnya saya mulai mengutarakan niat untuk menjadikan beliau inspirasi utama dari tokoh yang ingin saya tulis.
Mungkin DM saya kurang lebih begini. "Kakak keren baget, ya, masih muda tapi sudah sukses gapai cita². Apa sih motivasi Kakak sampai akhirnya bisa sampai di titik ini"
"Aku jadi terinspirasi pengen nulis novel, yang karakter utamanya sebagai produser kayak Kakak, boleh?"
"kalau boleh, aku bisa nanyak² lebih kan, kak?"
Intinya muji² dulu, keluarin semua kelebihan yang kita tau. Biasanya sih bakalan welcome karena mereka merasa dihargai
Semoga bisa dipahami
Oh iya satu lagi, saya kirimkan satu karya saya yang sudah terbit
Q: Saya bingung mau nanya dari mana. Tokoh saya seorang agen rahasia. Risetnya gimana, ya, Mbak Tifa? Cukup dari cerita fiksi atau gimana?
A: Waah, sulit ya Kak buat bisa nemuin agen rahasia di dunia nyata. Mungkin bisa ditambah dengan menonton film atau drama yang sesuai juga Kak @Ida royanti
Saya rasa ada banyak film-film barat sesuai dengan tokoh cerita yang Kak Ida tulis.
Bisa nonton drama yg kayak Vincenzo gitu kali ya? Ada ga sih serial Indonesia yg nyeritain gituan
Sejauh ini yang saya tau film indo cuma ada roman dan satu medis.
Ini karena pengetahuan saya tentang film indo yang minim.😁
Q: Kalo luar negeri apa ya? Aku malah ga tau
A: Ada film yang saya tonton akhir 2020 berjudul My Spy, di sana tokoh utamanya juga agen rahasia CIA.
Bisa jadi referensi buat kak @Ida royanti













Komentar
Posting Komentar
mohon keritikan dan saran yang baik, sopan, dan membangun. Receh boleh, bego jangan.