Belajar Tentang Penulisan Dialog Tag (Sagusaka Oktober Vol 2-Belajar di Ruang Nulis )

 

Berikut materi tentang Dialog Tag yang saya buat untuk mengisi kelas Ruang Nulis, 5 Oktober kemarin. Semoga bisa membantu teman-teman untuk bisa memahami pentingnya penulisan dialog tag yang baik, dan perbedaan dialog tag dengan dialog aksi, sehingga bisa membantu teman-teman untuk merevisi naskah agar menjadi lebih rapi dan enak dibaca. 
    Saya sertakan beberapa QnA dari para peserta kelas, file PDF untuk materi juga bisa diunduh.
    Semoga bermanfaat.








QnA seputar Dialog Tag

Q: Jadi, huruf setelah tanda kutip penutup itu kecil ya, Kak? Misal: "Kukira kau paham," cibir Soni.

A: Yup, contoh yang diberikan sudah benar. Jadi, huruf setelah tanda petik, atau tanda kutip penutup dialog harus diawali dengan huruf kecil, selama itu termasuk dari salah satu kata dalam macam-macam Dialog Tag yang saya cantumkan dalam presentasi di atas. Ex: ucap, kata, jelas, dll.

Q: Untuk penggunaan elipsis dalam dialog tag bagaimana ya, Kak? Terutama di akhir dialog.

A: Elipsis (...) ini berarti "jeda" ya. Ada jeda dalam dialog yang diucapkan, bisa karena ragu atau takut. 
Contohnya: "Aku ... tidak tahu." 

    Contoh elipsis di akhir dialog:  "Aku tidak tahu ...."

    Elipsis atau titik tiga  jika berada di akhir dialog harus diakhiri dengan tanda titik, jika tidak diikuti oleh dialog tag (perhatikan contoh ke dua, titik 3 di akhir menjadi 4. Satu titik terakhir menjadi penanda bahwa dialog sudah selesai)

    Namun jika diikuti oleh dialog tag, maka titik ke empat/titik terakhir akan berubah menjadi koma, tanda tanya, atau tanda seru (menyesuaikan dengan kalimat yang diucapkan)
Contoh: "Apa kamu serius ...?" tanya Stella, ia tak habis pikir.

    "Kamu benar benar ...!" seru Stella, ia buru-buru menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan.

    "Maksudku ...," lirih Stella.

Q: Jika dialognya panjang/terus bersahutan antara dua orang tokoh, apakah setiap selesai 1 dialog harus membuat dialog tag?

A: Tidak harus, bisa disesuaikan sehingga enak dibaca. Misalnya dalam dialog tokoh A menggunakan dialog tag, kemudian selanjutnya dialog tokoh B menggunakan dialog aksi.

Q: Apakah contoh dialog aksi pada slide, tetap benar digunakan? Ataukah harus diganti dengan dialog tag? "Ma, Ika berangkat sekarang ya" pamitku pada ibu. Apakah penulisan seperti ini benar? termasuk dialog tag atau dialog aksi?

A: "Ma, Ika berangkat sekarang ya," pamitku pada ibu. Jangan lupa tanda baca penutup dialog yah😊.
 Kata "Pamit" tidak termasuk dalam dialog tag, karena biasanya ditulis dalam dialog aksi, contoh: "Ma, Ika berangkat dulu ya." Aku berpamitan pada ibu. Atau diperbaiki agar dialog tag-nya masuk. "Ma, Ika berangkat dulu ya," kataku saat berpamitan pada Ibu.

Q: Kalau misal dalam dialog itu tokohnya sedang menjelaskan sesuatu yang cukup panjang. Misal sepanjang dua paragraf, baiknya itu dipisah atau bagaimana, ya, Kak? Saya sempat membaca cerita di Wattpad kalau yang dialog tokohnya panjang itu jadi seperti ini:
    "Kemarin itu, dia bla bla bla. (Hingga beberapa kalimat)
    "Abis itu dia kayak bla bla bla."
    Jadi yang dialog paragraf satunya tidak pakai kutip tutup gitu. Apakah benar?

A: Yup, jika terjebak dalam keadaan dialog yg ditulis sangat panjang sampai dua paragraf dan tidak bisa dipisahkan dengan dialog tag ataupun aksi, maka dengan sangat terpaksa harus menggunakan cara seperti yang dikatakan. Paragraf pertama tidak perlu diberikan tanda kutip penutup, namun tetap menggunakan tanda kutip pembuka untuk dialog di paragraf selanjutnya. Namun alangkah baiknya buat bikin dialog yang nggak maksa kayak gini ya. Biasanya semacam ini digunakan hanya untuk membantu tokoh ketika tokoh menceritakan kisah hidupnya yang mungkin dari sejak lahir sampai .... ya itu.

Q: dia sambil bergumam, “kenapa harus lulus tahun ini?” Aku katakan demi menghibur dirinya, “Jangan sedih, dibawa santai saja." Apakah ini benar?

A: Ini dialog satu tokoh? Usahakan jangan sepanjang ini ya. Dua dialog pisahkan dengan satu dialog tag atau dialog aksi saja. Dia bergumam, "Kenapa harus lulus tahun ini?" (Untuk kata "Kenapa" harus diawali huruf kapital, karena menjadi dialog pertama) Aku katakan demi menghibur dirinya. (Ini adalah dialog aksi, jadi harus diakhiri dengan tanda titik, bukan koma) "Jangan sedih, dibawa santai saja."

Q: Apakah macam-macam dialog tag hanya yang dicontohkan kakak pada presentasi?  Bagaimana dengan penggunaan frasa "lirih", "bisik", "lanjut", "sambung", karena kami sering menggunakannya. 

A: Pertanyaan yang bagus. Untuk saat ini, kesimpulan dari saya sendiri (karena belum menemukan macam² kata dalam dialog tag yang lengkap) selama itu adalah kata kerja/kata sifat yang dikerjakan, maka format penulisannya sama seperti dialog tag. Seperti contoh kata "pamit" sebelumnya.

Q: Kak, apakah antara dialog yang menyatakan sebuah pertanyaan, dengan dialog yang berisi pernyataan bisa digabung seperti contoh di bawah ini? Contoh: "Ada apa sih dek, kok pakai acara teriak-teriak segala, dekat ini pun". Tanya kak riska sambil menatap adila yang masih menahan malu.

A: Nah, ini formatnya bisa diganti dengan dialog tag, Kak. "Ada apa sih, Dek?" tanya Kak Riska sewot. "Kok pakai acara teriak-teriak segala? Dekat ini pun."

Q: Maksud dialog pertama ini gimana ya kak? Dialog paling pertama dalam cerita? Maaf kak otakku ngebug😭

A: Dialog pertama terhitung jika dalam satu dialog yg diucapkan oleh tokoh terbagi dua karena adanya dialog tag/atau dialog aksi di tengah sebagai pemisah kedua dialog. Semoga bisa dipahami ya Kak😁🙏🏻

Q: Kalau penulisan kata di dialog yang agak dipanjangkan itu gimana, ya, Kak? Contohnya kalau ngomong langsung, kan, "Iyaaa." Gitu. Nah, kalau di dialog, kan kurang enak aja kalau ditulis hurufnya banyak gitu. Jadi, baiknya gimana, ya?

A: Ini masih normal kok Kak. Kalau penulisnya "Iyaaa" berarti si tokoh ngucapinnya lembut. Tapi kalau "Yaaa!" Berarti sambil jerit atau teriak. Jadi selama huruf vocal itu nggak lebih dari 3 (y-aaa) masih normal untuk mendukung dialog tokoh.

Q: Kalau mau nunjukkin perkataan yang ngegas itu gimana kak🤣? Apa boleh pakai tanda tanya/seru berulang kali?

A: Kalau kayak gini, "Eh maksud lo? Apa? Masa? Serius lo!?" Ini normal² saja dialognya Kak, tapi kemungkinan tokoh yang memiliki dialog yang bermasalah. 
Jadi, yang penting hindari tanda dobel atau tripel ya Kak, meskipun dibolehkan, taoi hanya untuk dialog² tertentu yang nggak biasa untuk selalu digunakan, seperti contohnya "Masa!!!", "Apa???" dll. Cukup satu saja🙏🏻

Q: Jadi, dialog aksi itu gak salah, kan? Karena ini pembahasannya tentang dialog tag, jadi kalimat yg tidak pakai dialog tag tidak berarti salah, kan?

A: Nggak salah dong. Yang penting format penulisannya sesuai. Jangan yang seharusnya titik, di-koma-in, baru salah.


    Segitu saja ya, teman-teman. Beberapa pertanyaan memang sedikit belok dari tema pembahasan, tapi insyaallah tetap bermanfaat. Oh iya, untuk yang membutuhkan materi dalam bentuk pdf, bisa diunduh di sini.
    Terima kasih ....


Komentar

Postingan Populer